Tags

, , , , ,

By Purwa Hartono MSCNG BSCS, Founder of Institute of Technology Purwadhika Nusantara

Siapkah bisnis anda untuk perubahan, peluang, dan ancamannya ?

Cloud Computing sudah tidak perlu diragukan lagi akan terus melaju dengan pesat dan merubah dunia dimana kita hidup sekarang ini menjadi sebuah “CLOUD World”.  Apakah anda sudah bisa membayangkan keadaannya ?.  Seperti apakah hidup anda nanti ?.  Ikutilah kisah ini ….

Suatu pagi hari yang cerah di rumahnya, Budi terbangun dari tidurnya karena mendengar kebisingan dari siaran acara pada TV-nya yang memang sudah dia set sejak semalam agar acara tersebut ditayangkan pagi itu.  Sambil menonton acara tersebut, dia mengambil smartphonenya untuk menyalakan mesin mobilnya untuk memanaskannya dan mengeset 5 menit kemudian air condition diaktifkan agar terasa segar pada waktu dia masuk ke mobil tersebut.  Lalu melihat jamnya diapun bergegas untuk bersiap pergi ke kantor.

Dalam perjalanan ke kantor, Budi menyalakan Radio yang memiliki koleksi lagu tak terbatas karena terhubung langsung dengan internet, untuk mendengarkan lagu lagu kesukaannya sambil memperhatikan layar navigasi dan mendengarkan instruksi untuk jalan yang sebaiknya dia lalui agar tidak terkena macet atau hal2 lainnya yang menyebabkan ketidak nyamanan.  Sementara teringat kalau air condition di ruang kerjanya belum dimatikan, dia mengambil smartphonenya dan mengeceknya ternyata benar lalu mematikan AC tersebut sambil terus mengendarai mobilnya.

Setibanya di kantor, Budi membuka tas dan mengeluarkan komputer tablet-nya yang sangat ringan dan tipis untuk mulai bekerja.  Diapun mengecek pekerjaan, email, dan lainnya pada sistem ERP(Enterprise Resource Planning) perusahaannya dan mendapatkan adanya perintah dari atasannya untuk melakukan perjalanan dinas mengunjungi sejumlah customer terbaik.

Budi lalu mengakses sistem CRM(Customer Relationship Management) perusahaannya untuk memperoleh daftar 10 customers dengan sales data history yang terbaik.  Kemudian dia mengisi tanggal awal dan akhir dari rencana perjalanannya tersebut dan menunjuk dengan telunjuknya tombol “Proceed” pada list tersebut.  Beberapa saat kemudian dia menerima pop up reminder dari sistem Calendar-nya bahwa appointment dengan para customer itu telah di set, tiket pesawat sudah dipesan, hotelpun sudah dipersiapkan, restoran-restoran untuk jamuan makan telah dibooking, dan mobil penjemputanpun sudah diatur dengan perusahaan rental mobil sesuai dengan acara perjalanannya.  Sebelum mengclick “Confirm” diapun mengclick “Synchronize” kepada Cloud Calendar atasan dan istrinya dengan maksud agar istrinya bisa dengan mudah mengetahui status dan posisinya dia selama di dalam perjalanan tersebut.

Berangkatlah Budi melakukan perjalanan bisnisnya itu dengan mengikuti rute perjalanan yang telah secara otomatis disesuaikan dengan appointment yang disetujui oleh para customernya itu.  Setelah dia selesai mengunjungi 2 customernya, dia menerima pop up reminder yang memberitahukan bahwa customer yang nomor 5 dalam urutan list kunjungannya itu meminta dia untuk merubah appointment schedule-nya ke hari berikutnya.  Budi mengclick “Approved” untuk tidak mengecewakan customernya.  Beberapa saat kemudian dia mendapatkan pop up notification dari bagian akuntansinya bahwa biaya penginapan tambahan 1 hari itu telah diselesaikan dengan pihak hotel, dari pihak hotelnya kalau telah diperpanjang 1 hari, dan dari pihak car rental bahwa mobilpun telah dijadwalkan ke hari berikutnya.

Pada setiap akhir kunjungan, Budi selalu mencatatkan hasilnya melalui komputer tablet atau smartphonenya sehingga atasannya selalu bisa mengikuti progress kunjungan itu dari waktu ke waktu.  Terkadang ada saat dimana customernya meminta tatap muka dan bicara langsung dengan atasannya melalui video conference.

Singkat cerita kembalilah Budi dari perjalanan bisnisnya yang telah dia selesaikan dengan sukses.  Dalam perjalanannya dari airport, diapun membuka komputer tabletnya dan melihat daftar restoran untuk makan nanti malam bersama istri dan anak anaknya.  Setelah menemukan restoran yang diinginkannya, Budi mulai memilih jam dan lokasi meja yang dia inginkan seperti biasanya dan memilih menu menu makanannya dan click “Proceed”.  Beberapa saat kemudian, diapun menerima pop up notification dari pihak restoran bahwa semua pesan telah diterima dan akan mereka tunggu kedatangannya.

Wow ! apakah anda suka perubahan gaya hidup seperti itu yang serba otomatis dan efisien ?.  Saya tentunya suka.  Bagaimana semua itu bisa terjadi ?.  Perhatikan gambar 1 yang menunjukan semua komponen yang terlibat di dalam kisah perjalanan bisnis Budi itu.  Semua ini tentunya bisa terjadi karena hadirnya teknologi Cloud Computing yang tentunya ia terlahir juga karena ada teknologi teknologi yang hadir sebelumnya, khususnya INTERNET, SOA (Service Oriented Architecture), dan WEB SERVICES yang saya akan bahas berikut ini.

Cloud World

Gambar 1. Cloud World.

Tentunya saya sudah tidak perlu menjelaskan internet yang merupakan protokol komunikasi yang telah memungkinkan seluruh dunia terkoneksi menjadi satu dan yang menjadi infrastruktur telekomunikasi untuk Cloud World ini.  SOA merupakan sebuah konsep arsitektur sistem komputasi yang menciptakan sebuah sistem yang berbasis servis (Service Based System).

Bagi anda yang pernah mempunyai pengalaman dalam bidang programming, tentunya masih ingat jaman dengan bahasa C dimana sebuah software hanyalah merupakan sebuah koleksi fungsi-fungsi (A collection of functions).  Terus berkembang dengan hadirnya OOP (Object Oriented Programming) dimana pemrograman di pecah-pecah kedalam bentuk object yang memiliki parameter-parameter yang berhubungan dengan status object(property), kegiatan object(event), dan fungsi-fungsi (method) yang dapat dilakukan oleh object bersangkutan.  Sehingga sebuah software hanyalah merupakan sebuah koleksi objek-objek (A collection of objects).

Jadi SOA tidak jauh berbeda konsepnya dimana setiap komponen-komponen sistem cloud yang berbeda beda seperti pada gambar 1 (Cloud Resto, Cloud CRM, Cloud ERP, dsb) hanyalah dilihat sebagai sebuah komponen yang masing masing menyediakan servis-servis tertentu kepada satu sama lain (A collection of services) sehingga mereka bisa saling melayani sementara masih tetap bisa menjaga kerahasian proses internal mereka.

Jadi jelaslah tujuan dari SOA adalah menciptakan sebuah sistem yang walaupun terdiri dari berbagai komponen yang heterogen tetapi bisa beroperasi menjadi satu kesatuan seperti halnya bahasa Indonesia yang menyatukan seluruh suku bangsa yang berbeda bahasa.  Pada gambar 1, anda bisa melihat adanya komponen yang sebenarnya berbeda yaitu:

  1. Cloud media yang bisa dimiliki secara pribadi (private cloud) oleh sebuah media televisi dan radio atau disewa (public cloud) dari perusahaan pihak ketiga penyedia aplikasi itu.  Cloud media ini terhubung ke Cloud TV di setiap rumah dan Cloud Radio di setiap mobil, yang saling berkomunikasi melalui servis-servis yang sudah didefinisikan tentunya.
  2. Cloud Factory yaitu sistem yang disediakan oleh perusahaan manufaktur mobil yang menyediakan servis-servis kepada Budi untuk mengontrol Cloud Car-nya.
  3. Cloud Traffic yang membantu kelancaran perjalanan Budi dari rumah ke kantor yang tentunya berkomunikasi dengan semua cloud car sehingga mengetahui posisi mereka melalui GPS.
  4. Cloud CRM adalah sistem CRM berbasis Cloud yang bisa dikembangkan sendiri oleh perusahaan Budi atau disewa dari pihak ketiga.  Cloud CRM ini terhubung dengan sistem cloud (Cloud Customer) dari perusahaan masing masing customer sehingga bisa berkomunikasi secara otomatis untuk memenuhi kebutuhan Budi dan para customer untuk menentukan jadwal pertemuan yang diinginkan.  Kemudian tentunya berkomunikasi juga dengan Cloud Calendar Budi dan para customernya, Cloud Airline dari maskapai penerbangan, Cloud Hotel dari pihak hotel, dan Cloud Resto dari pihak restoran juga.
  5. Cloud ERP pada kantor Budi yang berkomunikasi dengan Cloud Resto, Cloud Hotel, dan Cloud Airline untuk masalah invoicing untuk penagihan biaya.
  6. Cloud Resto dari sebuah restoran yang menyediakan pelayanan pemesanan otomatis untuk makan malam keluarga Budi.

Bagaimana dengan Web Services itu ? apa fungsinya ?.  Web Services ini adalah protocol komunikasi antara sesama komponen dalam sistem SOA yang saya sudah jelaskan di atas.  Web Services boleh dikatakan sebagai implementasi dari SOA dengan mendefinisikan lebih real bentuk dari servis-servis tersebut sehingga konsep SOA tersebut bisa direalisasikan.  Protokol inilah yang memungkinkan interkoneksi dan interoperabilitas dari semua komponen pada gambar 1 yang walaupun berbeda-beda platform menjadi satu kesatuan yang dapat beroperasi bersama dengan lancar.

Sudah kita saksikan perubahan yang terjadi serta teknologi yang menjembataninya.  Lalu bagaimana dengan peluang dan ancaman yang menyertainya ?.  Sederhana saja, coba kita bayangkan apa yang akan terjadi pada bisnis bisnis maskapai penerbangan, hotel, resto, dan sebagainya pada Cloud World itu yang tidak mengadopsi sistem cloud.  Apakah para customer akan tetap setia ? atau beralih kepada competitor mereka yang telah beralih ke cloud.  Saya berani menegaskan bahwa hanya ada satu kalimat yang tepat yaitu “Go Cloud or Go Bankrupt”.

Semoga artikel ini akan memberikan manfaat buat anda untuk bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi di depan mata dalam waktu yang tidak lama lagi dan yang sekarang sedang terjadi dengan begitu pesatnya.  Ingat pepatah lama mengatakan “People never plan to fail, but most of the time they fail to plan”.