Tags

, , , ,

Sejumlah siswa asal pelosok sukses merebut medali emas olimpiade Matematika dan Fisika.

Berita Selengkapnya

VIVAnews – Tak hanya kekayaan alam melimpah, Indonesia juga memiliki aset generasi muda yang jenius. Tengok saja kisah Profesor Yohanes Surya, chairman Surya Institute, yang telah mengantar siswa-siswa asal pelosok negeri, seperti Papua, meraih 80 medali emas dalam olimpiade Matematika dan Fisika internasional.

Kisah itu memperlihatkan bahwa infrasturuktur dan sistem pendidikan di daerah pelosok yang masih sangat tertinggal tidak menghalangi tumbuh kembang intelegensi anak. Hanya, mengapa mereka seringkali masih kalah bersaing dengan lulusan luar negeri?

Menurut Purwa Hartono, Founder Institute of Technology Purwadhika Nusantara, sistem pendidikan di Indonesia seringkali menjejali siswa dengan berbagai macam ilmu. Mungkin terdengar bagus, tapi nyatanya ilmu itu justru akan terserap secara parsial.

Akibatnya, siswa akan memahami sedikit mengenai bidang ilmu yang ada. “Mereka tidak belajar dengan fokus sehingga tidak dapat dikatakan ahli dalam bidang ilmu tertentu. Hal inilah yang membuat banyak ilmu tidak dipakai dalam ruang lingkup kerja mereka,” ujarnya.

Tak heran banyak generasi muda yang justru tidak tahu arah untuk melanjutkan hidup setelah lulus kuliah. Banyak pengangguran, itulah fakta yang menyeramkan bagi dunia pendidikan negeri ini.

Banyak siswa akhirnya mudah menyerah dalam mempelajari bidang ilmu tertentu. Contohnya, bidang ilmu Matematika dan Fisika. Banyak siswa yang tidak menyukai dan tidak pandai berhitung. Mungkin bagi sebagian mereka mendengar mata pelajaran itu sudah alergi.

“Anak-anak Indonesia memiliki logika Matematika yang sangat hebat. Hanya, sistem pendidikan Matematika dan Fisika di Indonesia masih sangat kurang dalam mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan. Akibatnya, ketertarikan mereka pun berkurang,” kata Risman Adnan, Development & Platform Director Microsoft Indonesia.

Tentu, jika tingkat kecerdasan anak dilengkapi dengan sistem dan fasilitas pendidikan yang memadai, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara super yang melebihi Amerika Serikat.

Melihat potensi ini, Microsoft menggandeng Purwadhika Nusantara, dan World Robotic Explorer untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia terutama pendidikan di dunia IT dan robotik.

Dengan kerjasama ini, lulusan generasi muda Indonesia diharapkan bisa bersaing di dunia kerja internasional, bahkan dapat memajukan teknologi di Indonesia.

“Bagi Microsoft, pedidikan adalah yang dapat mengantarkan bangsa ini dari negara berbasis sumber daya alam menjadi negara berbasis sumber ilmu,” ujar Risman Adnan.

Jika sumber daya manusia Indonesia berkualitas dan dapat mengelola sumber daya alam yang ada, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara maju dan menggeser negara-negara kuat lainnya, termasuk Amerika Serikat
sekalipun. (eh)

Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/229544-agar-aset-genius-tak-terabaikan