Tags

, , ,

Layanan Cloud Siap Tinggal Landas

June 9, 2011

Jika 2010 adalah tahun perkenalan cloud computing, maka 2011 akan menjadi momen tinggal landas. Sekaranglah saatnya solusi cloud mulai menggurita di berbagai bidang bisnis.

Ketika lembaga pendidikan Primagama memutuskan untuk menggunakan layanan cloud computing, dampak yang mereka dapatkan luar biasa. Situs Primagamaplus.com membuat belajar di rumah sama bermanfaatnya dengan datang ke tempat kursus.

Inilah digital bimbel pertama di Indonesia yang menyediakan layanan terlengkap, mulai Emodule, Free Tryout, konsultasi, hingga video tutorial dari para instruktur Primagama. Materi pelajarannya sendiri tersebar dari kelas 3 SD hingga kelas 12 SMA/SMK.

Try out online, misalnya, menjadi salah satu layanan yang paling diminati. Layanan ini memfasilitasi siswa sekolah untuk aktif berlatih dengan soal-soal uji coba ujian dari rumah. Hasilnya bisa langsung diketahui secara realtime. Siswa juga dapat membandingkan nilai try out dengan peserta dari kabupaten/kota dan provinsi lain, atau secara nasional.

”Kerjasama yang kami lakukan dengan Microsoft sangat sederhana. Mereka menyediakan layanan cloud berupa aplikasi dan sistem, sementara kami bisa fokus mengembangkan konten,” ujar Hari Nuryanto, CEO Primagama Plus.

Sistem belajar online seperti ini, lanjut Hari, memungkinkan siswa belajar mandiri karena dapat terus terhubung dengan materi pendidikan serta meneruskan proses belajar tanpa terikat waktu, jarak, atau tempat. ”Yang dibutuhkan hanya jaringan internet. Cloud mengubah interaksi antara guru dan siswa,” paparnya.

Studi Springboard Research menyebut bahwa cloud computing di Indonesia akan berkembang drastis dalam 12-18 bulan mendatang.

Bahkan mereka berani mengklaim bahwa 50 persen dari organisasi di Indonesia saat ini telah menggunakan atau dalam tahap perencanaan untuk menggunakan layanan cloud.

Di perusahaan multinasional atau skala besar, animo beralih ke solusi cloud ini meningkat hingga 68 persen.

Studi ini dilakukan Springboard Research pada 114 perusahaan di Indonesia dan secara regional terhadap 833 orang CIO serta pemimpin bisnis di 8 pasar utama Asia Pasifik (APAC) pada Desember 2010 hingga Maret 2011 silam.

Mengapa harus beralih ke layanan cloud? Dan mengapa cloud ini menjadi prioritas utama banyak perusahaan?

Menurut Developer and Platform Director PT. Microsoft Indonesia Risman Adnan, banyak perusahaan menjadikan cloud sebagai sebuah solusi karena kemudahannya dalam menunjang produktifitas yang diiringi oleh pemangkasan biaya.

Bagi perusahaan, peralihan ke cloud memberikan keuntungan berlipat.

Steven Surojo dari Pro Hukum bercerita bagaimana kliennya yang berasal dari berbagai firma hukum maupun kantor pengacara merasakan benefit saat memindahkan data mereka ke layanan cloud.

”Secara cost lebih murah karena 80 persen dari law firm hanya memiliki 7 orang karyawan dan tidak punya sistem IT sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Steven melanjutkan, jaminan keamanan yang diberikan penyedia layanan cloud seperti Microsoft juga membuat klien merasa lebih aman. Maklum, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang hukum tentu saja berkaitan erat dengan dokumen rahasia yang harus terjamin keamanannya. ”Karena itu kami memastikan keamanan dan privasi data mereka,” paparnya.

Di saat-saat tertentu dimana data mungkin saja terancam, pemilik data tetap dapat mengaksesnya dari berbagai PC karena seluruh data disimpan di cloud.

Untuk beban-beban pekerjaan yang tidak sensitif seperti email, instant messaging dan unified communication tools umumnya law firm cenderung menggunakan public cloud. Sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang kritis, perusahaan memilih mengendalikannya melalui private cloud.

Universitas Purwadhika Nusantara adalah lembaga pendidikan yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi cloud. Inilah lembaga pendidikan pertama berbasis cloud dengan sertifikasi resmi Microsoft.

Presiden Direktur of PT. Purwadhika Logika Komputer Purwa Hartono mengungkap bahwa cloud computing menjadi jawaban dan sebuah bentuk produktifitas bisnis di masa depan.

Cloud akan mengubah wajah TI dan bahkan bisnis itu sendiri. Kami mencermati adanya kebutuhan akan tenaga ahli di bidang cloud computing dalam jumlah besar di masa mendatang,” paparnya.

Karena itu, sekolah tersebut didirikan untuk menyongsong era komputasi baru cloud computing lulusan yang siap bekerja secara profesional di bidang cloud. Lulusan Institut Purwadika Nusantara akan menyandang gelar Sarjana Perancang Piranti Lunak serta memiliki titel MCPD (Microsoft Certified Professional Developer) atau MCITP (Microsoft Certified IT Professional).

General Manager PT Infinys System Indonesia Dondy Bappedyanto mengungkap bahwa keunggulan layanan cloud Microsoft Indonesia adalah jenis layanan yang sangat luas dan fleksibel. Bisa dilakukan secara on premise, off premise, ataupun melalui pendekatan private dan public cloud.

”Pengguna juga bebas memilih layanan Software as a service (SaaS), Infrastructure as a Service (Iaas), ataupun Platform as a Service (PaaS),” ujar Dondy. PT Infinys System merupakan partner Microsoft dalam solusi-solusi cloud di Indonesia.

Sayangnya, temuan Springboard juga menyatakan bahwa meski jumlah dan kontribusi UKM besar, hingga kini masih banyak UKM di kawasan APAC yang belum memanfaatkan TI dan menganggap TI hanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

“68% dari organisasi dengan jumlah PC kurang dari 50 tampak belum memiliki rencana untuk mengadopsi cloud computing,” ujar Risman.

Sekitar 53% responden usaha kecil mengatakan rencana implementasi cloud yang telah menjadi prioritas, dapat terhalang oleh dana yang terbatas. ”Di Indonesia, hanya 39% UKM yang saat ini telah atau berencana untuk menggunakan cloud,” lanjut Risman. danang arradian